Bacaan : Yakobus 4:13-17; 5:7-11
Himne berjudul Come, Ye Thankful People, Come sering dinyanyikan pada
kebaktian pengucapan syukur kristiani. Himne yang ditulis pada 1844
oleh Henry Alford itu diawali dengan ucapan syukur kepada Allah atas
hasil panen yang berhasil dikumpulkan sebelum musim dingin. Akan
tetapi, himne itu sebetulnya lebih dari sekadar rasa syukur atas
berkat hasil bumi. Himne itu berakhir dengan fokus pada "panen" Allah
akan umat-Nya ketika Kristus datang:
Ya Tuhan, segeralah datang
Ke lumbung panenan akhir-Mu:
Kumpulkan umat-Mu,
Bebas dari penderitaan,
bebas dari dosa;
Dimurnikan selamanya,
Tinggal selamanya dalam hadirat-Mu:
Datanglah, bersama semua malaikat-Mu, datanglah --
Dirikanlah lumbung panenan yang mulia.
Ketika kita mengucap syukur atas pemenuhan kebutuhan materi,
sangatlah penting untuk mengingat bahwa rencana kita tidak pasti dan
hidup kita bagaikan uap yang cepat berlalu (Yakobus 4:14). Yakobus
mendorong kita untuk bersikap seperti petani yang menunggu tanamannya
bertumbuh dan siap dipanen. "Kamu juga harus bersabar dan harus
meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!" (5:8).
Ketika kita bersyukur kepada Allah karena telah menyediakan berbagai
kebutuhan kita, ingatlah akan kedatangan kembali Yesus Kristus yang
telah dijanjikan. Dengan penantian yang sabar, kita hidup bagi-Nya
dan menanti datangnya hari ketika Dia datang untuk mengumpulkan
tuaian kemenangan-Nya --DCM
AMIN, DATANGLAH, TUHAN YESUS! --Wahyu 22:20
|