Bacaan : 1Petrus 2:9-17
Bagi sebagian orang, kata kekudusan memunculkan gambaran orang pemalu
dan kaku, yaitu orang "baik" dalam arti terburuk dari kata itu,
dengan wajah cemberut dan murung. Mereka penuh kebenaran diri dan
kewajiban yang kaku, "berpegang pada kehidupan selanjutnya," seperti
yang digambarkan penulis Washington Post.
Kebanyakan orang merindukan kebenaran dan kebaikan. Namun, keinginan
itu bisa dirusak oleh apa yang mereka lihat dalam diri sebagian orang
kristiani, yang mereka anggap orang yang membenarkan diri dan suka
menghakimi. Bagi orang yang belum percaya, "sifat baik" jauh lebih
tidak menarik daripada sifat buruk, sehingga mereka memilih sifat
buruk meskipun mereka mungkin membenci sifat buruk itu. Joy Davidman,
istri C.S. Lewis, mengatakan, "Satu orang munafik yang sok suci
menghasilkan seratus orang tidak percaya."
Seandainya dunia melihat hal yang sebenarnya, yaitu kualitas hidup
luar biasa yang dibicarakan Petrus, kehidupan yang begitu menawan dan
menarik hati, maka banyak orang akan datang kepada Sang Juru Selamat
(1 Petrus 2:12). "Seandainya saja 10% penduduk dunia memiliki
[kekudusan]," C.S. Lewis bertanya-tanya, "bukankah seluruh dunia akan
diubahkan dan menikmati kebahagiaan sebelum tahun ini berakhir?"
Kita bisa melakukannya! Ketika kita menyandarkan hidup kepada Roh
Allah, maka kita dapat menjalani hidup yang sangat indah di hadapan
dunia yang mengamati kita. Penyair Israel meyakinkan kita, "Tuhan ...
memahkotai orang-orang yang rendah hati" (Mazmur 149:4) --DHR
HIDUPLAH SEDEMIKIAN RUPA
SEHINGGA MEMBUAT ORANG LAIN INGIN MENGENAL YESUS
|