Bacaan : Yesaya 31
Pada bulan Agustus 2004, Badai Charley mengakibatkan kehancuran hebat
di wilayah Florida, Amerika Serikat. Selama badai berlangsung, Danny
Williams yang berusia 25 tahun pergi ke luar untuk mencari
perlindungan di salah satu tempat kesukaannya, yaitu sebuah lumbung
yang berada di bawah naungan cabang-cabang pohon beringin yang
rindang. Akan tetapi, ternyata pohon beringin itu tumbang, lalu
menimpa lumbung dan menewaskan Williams. Kadang kala, tempat yang
kita datangi untuk berlindung justru dapat menjadi tempat yang paling
berbahaya bagi kita.
Nabi Yesaya mengingatkan Raja Hizkia dari Yehuda akan kebenaran ini.
Hizkia adalah raja yang baik, tetapi ia mengulang dosa ayahnya, Ahaz,
yaitu mencari perlindungan dan bersekutu dengan kekuatan asing (2
Raja-Raja 16:7; Yesaya 36:6). Seharusnya, ia mendorong rakyatnya
untuk menaruh kepercayaan kepada Tuhan.
Dengan mencari bantuan dari Mesir, Hizkia menunjukkan bahwa ia gagal
belajar dari sejarah. Mesir tidak boleh dijadikan sekutu oleh Israel.
Hizkia juga telah melupakan Kitab Suci. Mengumpulkan kuda untuk
dijadikan kavaleri adalah melawan hukum ilahi bagi raja (Ulangan
17:16).
Akhirnya, Hizkia mencari bantuan dari Tuhan (Yesaya 37:1-6,14-20).
Dan, Allah secara ajaib melenyapkan bangsa Asyur yang menyerang (ayat
36-38).
Yehuda melakukan kesalahan dengan menilai kekuatan Mesir melebihi
Allah yang hidup. Semoga kepercayaan kita selalu dalam nama Tuhan
Allah kita (Mazmur 20:8) --MLW
TIDAK ADA KEHIDUPAN YANG LEBIH AMAN
DARIPADA KEHIDUPAN YANG BERSERAH KEPADA ALLAH
|