Bacaan : Kejadian 27:19-33
Ketika seorang pelayan di Ohio menanyakan SIM seorang pelanggan, ia
sangat terkejut saat melihat foto di kartu tersebut. Itu adalah
fotonya sendiri! Pelayan itu telah kehilangan kartu identitasnya
sebulan sebelumnya, dan wanita muda tadi menggunakannya supaya punya
"bukti" bahwa ia sudah cukup umur untuk minum alkohol. Pelayan itu
memanggil polisi dan si pelanggan ditangkap atas tuduhan pencurian
kartu identitas. Karena berusaha untuk mendapatkan keinginannya,
wanita muda itu berpura-pura menjadi orang yang bukan dirinya.
Yakub, dalam Perjanjian Lama, juga berpura-pura. Dengan bantuan
ibunya, Ribka, ia menipu ayahnya yang hampir meninggal supaya mengira
ia adalah kakaknya, yaitu Esau, sehingga ia bisa mendapatkan berkat
anak sulung (Kejadian 27). Usaha penipuan Yakub terbongkar, tetapi
Esau sudah terlambat untuk menerima berkat tersebut.
Kini kepura-puraan juga kerap kali terjadi di gereja. Beberapa orang
menunjukkan penampilan yang palsu. Mereka menggunakan kata-kata
"kristiani," pergi ke gereja hampir setiap Minggu, dan bahkan berdoa
sebelum makan. Mereka berpura-pura "melakukan semuanya itu" hanya
untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Namun di dalam hati,
mereka bergumul dengan kehancuran, rasa bersalah, keraguan,
kecanduan, atau dosa lain yang tidak bisa dilepaskan.
Allah menempatkan kita di antara sekumpulan orang percaya supaya
saling menguatkan. Terimalah kenyataan bahwa Anda tidak sempurna.
Kemudian, mintalah nasihat kepada saudara yang saleh dalam Kristus
--AMC
JADILAH SEPERTI YANG DIKEHENDAKI ALLAH BAGI ANDA
DAN JANGAN BERPURA-PURA MENJADI ORANG LAIN
|