Bacaan : Titus 3:1-7
Bertahun-tahun yang lalu, saya menerima sebuah bingkisan berbentuk
tabung melalui pos. Bingkisan tersebut berisi tongkat pancing bambu
buatan Jim Schaaf yang indah sekali dan kili-kili pancing Bill Ballan
yang klasik -- peralatan pancing yang mahal dan harganya tidak
terjangkau. Ada catatan tulisan tangan yang berbunyi, "Saya ingin
melakukan sesuatu bagi Anda." Sampai sekarang ini, saya tidak tahu
siapa yang mengirimkan bingkisan tersebut.
Penyair William Cowper juga punya sahabat yang tak ia kenal dan
mengiriminya berbagai hadiah, tetapi tak pernah menyebutkan namanya.
Komentar Cowper setiap kali menerima hadiah selalu sama, "Orang yang
tak dikenal telah datang." Saya sering memikirkan ucapannya ketika
memancing dengan tongkat pancing itu, "Orang yang tak dikenal telah
datang." Saya selalu berterima kasih kepada sahabat yang tak saya
ketahui namanya atas kebaikan dan kasihnya.
Sepanjang hidup, Allah mencurahkan kebaikan-Nya -- kebenaran,
keindahan, persahabatan, kasih, dan tawa, serta banyak lagi. Dan,
kita bersikap seakan kita tidak tahu dari mana asalnya. Allah telah
menjadi Sahabat kita yang tidak dikenal.
Namun, Dia tak ingin selamanya tidak dikenal. Jika Anda ingin tahu
lebih banyak lagi tentang Sahabat rahasia Anda, bacalah Injil, karena
Dia tampak paling nyata dalam diri Yesus. Kasih selalu ada di dalam
hati Allah, tetapi di dalam Yesus, kasih itu "kelihatan". Allah, yang
dinyatakan dalam diri Yesus, adalah Sahabat Anda yang baik hati dan
penuh kasih. Apakah Anda akan mengakui-Nya dan berterima kasih
kepada-Nya hari ini? --DHR
SAHABAT YANG PALING KITA KASIHI HANYALAH BAYANGAN
JIKA DIBANDINGKAN DENGAN YESUS
|