Bacaan : Ratapan 3:19-29
Ketika bus-bus tingkat Routemaster warna merah di London ditarik dari
layanan reguler pada Desember 2005, banyak orang merasa kehilangan
teman. Routemaster telah menyediakan layanan yang andal selama 51
tahun, dan telah menjadi sangat populer di kalangan penduduk London
dan juga wisatawan karena orang bisa dengan mudah melompat naik atau
turun dari bus-bus tersebut. Beberapa bus tua itu masih beroperasi di
dua rute wisata Heritage, tetapi di bagian lain kota yang tak
beraturan itu, bus-bus tersebut sudah menghilang.
Banyak perubahan dalam kehidupan ini yang kita rasakan sebagai
kehilangan, entah itu kehilangan sekecil kenangan akan bus yang
menyenangkan ataukah sebesar rumah keluarga yang hancur, impian akan
keberhasilan yang tidak tercapai, atau kematian orang yang sangat
kita cintai. Dalam setiap kehilangan, kita merindukan sentuhan
penyembuhan dan harapan.
Kitab Ratapan disebut sebagai kitab "penguburan sebuah kota". Di
dalamnya, Nabi Yeremia meratapi umatnya yang ditawan musuh dan
kehancuran kota Yerusalem. Namun, di tengah-tengah kesedihan yang
dirasakannya, ada penghiburan karena kesetiaan Allah, "Tak
berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu
baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! ‘Tuhan adalah bagianku,’ kata
jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya" (Ratapan 3:22-24).
Ketika hati kita terluka karena kehilangan yang kita alami, kita
dapat menemukan harapan di dalam Tuhan yang tidak pernah berubah
--DCM
SAAT SINAR KASIH ALLAH BERTEMU DENGAN DERAI KESEDIHAN KITA
MUNCULLAH PELANGI JANJI ALLAH
|