Bacaan : Matius 22:15-22
Dalam sebuah tulisan di USA Today, Rick Hampson menulis, "Tidak
seperti dahulu, kehidupan agama kaum muda sekarang tidak membuat
mereka peduli pada kehidupan bernegara. Mereka bahkan menganggap
pemilihan umum sebagai tindakan yang tak masuk akal." Berikut adalah
kutipan kata-kata dari seorang sarjana, "Saya tak peduli mengapa saya
tidak peduli." Saya heran bahwa sebagai pengikut Yesus, kita
terkadang juga memandang tanggung jawab bernegara kita dengan cara
seperti itu!
Pandangan Yesus dalam Matius 22 membantu para pengikut-Nya untuk
berpikir jernih mengenai kewajiban bernegara mereka di dunia. Bangsa
Yahudi diwajibkan membayar pajak kepada pemerintah Romawi. Mereka
benci membayar pajak karena uang tersebut langsung masuk ke
perbendaharaan Kaisar. Sebagian pajak ini digunakan untuk menyokong
pembangunan kuil-kuil berhala dan gaya hidup para bangsawan Romawi
yang mengalami kemerosotan moral. Mereka mungkin juga mempertanyakan
apakah mereka memiliki tanggung jawab bernegara kepada Kaisar. Namun,
Yesus mengingatkan bahwa mereka memiliki dua kewarganegaraan. Mereka
hidup di dunia yang memiliki dua kerajaan, yaitu kerajaan Kaisar
(otoritas yang bersifat manusiawi) dan kerajaan Allah (otoritas yang
bersifat ilahi). Mereka bertanggung jawab terhadap keduanya, tetapi
mereka punya tanggung jawab lebih kepada Allah dan kerajaan-Nya
(Kisah Para Rasul 5:28,29).
Sebagai pengikut Kristus, kita diperintahkan untuk bekerja sama
dengan penguasa kita, tetapi kita dipanggil untuk menunjukkan
ketaatan dan komitmen utama kepada Allah --MLW
PEMERINTAH MEMILIKI OTORITAS
TETAPI ALLAH MEMEGANG OTORITAS TERTINGGI
|