Bacaan : Mazmur 8
Dalam sebuah pidato sambutan yang ditujukan kepada para wisudawan di
Miami University, seorang kolumnis bernama George Will menunjukkan
statistik yang membuat kita merasa tidak berarti. Ia menunjukkan
bahwa "matahari yang dikitari Bumi adalah salah satu dari kemungkinan
400 miliar bintang di galaksi Bima Sakti, yang merupakan galaksi
kecil jika dibandingkan dengan galaksi lainnya." Ia menambahkan,
"Kemungkinan terdapat 40 miliar galaksi di alam semesta yang masih
belum terungkap. Jika semua bintang di alam semesta hanya sebesar
kepala peniti, maka semua bintang itu baru bisa ditampung di suatu
tempat yang ukurannya 3 miliar kali lebih besar dari ukuran stadion
football Orange Bowl di Miami."
Ada sisi positif dari semua data yang sedemikian hebat itu. Allah,
yang menciptakan dan menopang alam semesta yang dipenuhi bintang dan
luasnya tak bisa dipahami itu, mengasihi kita. Dan, Dia tidak hanya
mengasihi umat manusia sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari
miliaran orang. Namun, Dia mengasihi kita secara pribadi. Apa yang
dikatakan Rasul Paulus mengenai dirinya juga berlaku bagi kita
masing-masing dalam keadaan kita yang tidak berarti apa-apa: Kristus
"mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku" (Galatia 2:20).
Secara astronomi, kita ini tidak penting. Akan tetapi, kita ini
adalah objek kesayangan dari kepedulian Allah. Meskipun kita tidak
memiliki alasan untuk berbangga, kita bersyukur kepada Allah karena
cinta-Nya secara pribadi kepada kita dinyatakan melalui salib Kalvari
--VCG
KITA TIDAK MEMILIKI APA PUN UNTUK DIBANGGAKAN
NAMUN KITA SANGAT DIKASIHI ALLAH
|