Bacaan : Mazmur 92:13-16
Pada bulan Juni 2006, tim dokter dan ilmuwan di Israel berhasil
menumbuhkan biji pohon kurma yang sudah berusia 2.000 tahun. Karena
biji kurma itu ditemukan di benteng Herodes Masada di tepi barat Laut
Mati, biji tersebut diberi nama "Metusalah", nama orang yang tercatat
memiliki usia paling tua di dalam Alkitab (Kejadian 5:27). Selain
merasa tertantang untuk menghidupkan biji yang sudah lama tertidur,
tim dokter dan ilmuwan tersebut juga ingin belajar lebih banyak lagi
mengenai pohon yang dipuji oleh Kitab Suci karena kerindangan, buah
yang dihasilkan, keindahan, dan kualitasnya sebagai obat.
Pohon kurma memiliki peran yang sangat penting di dalam Alkitab.
Dalam Perjanjian Lama, pohon ini dihubungkan dengan bait dan hadirat
Allah. Perjanjian Baru menggambarkan kerumunan banyak orang yang
memuji Allah dan meletakkan dahan-dahan kurma [yang berbentuk seperti
daun palem] di jalan yang akan dilewati Yesus pada saat Dia memasuki
kota Yerusalem dengan menunggangi seekor keledai.
Janji Allah untuk memberkati dunia melalui keturunan Abraham juga
"tertidur" selama 2.000 tahun (lihat Kejadian 12:1-3). Akhirnya, Biji
janji itu tumbuh. Biji itu adalah Yesus, Mesias yang sudah lama
dinantikan. Tak lama kemudian, kisah kebangkitan-Nya segera menyebar
ke seluruh bangsa di bumi.
Inilah saatnya kita juga mengalami mukjizat itu. Waktu tidak menjadi
masalah. Begitu pula lahan keadaan yang tandus. Hal yang penting
adalah kita membiarkan hati kita menjadi tempat Kristus disambut dan
dipuja --MRD II
ALLAH TIDAK PERNAH MEMBUAT JANJI
YANG TIDAK AKAN DITEPATI-NYA
|