Bacaan : Filipi 1:19-26
Sir Francis Bacon mengatakan, "Saya tidak percaya bahwa ada orang
yang takut mati, mereka hanya takut pada serangan kematian." Woody
Allen berkata, "Saya tidak takut mati. Saya hanya tidak ingin berada
di sana ketika hal itu terjadi."
Yang sangat menakutkan bukanlah kematian, melainkan detik-detik
menghadapi kematian. Ketika Paulus dalam tahanan dan ada kemungkinan
ia akan mati di sel penjara, ia membagikan pandangannya mengenai
kehidupan dan kematian, "Hidup adalah Kristus dan mati adalah
keuntungan" (Filipi 1:21). Benar-benar cara pandang yang luar biasa!
Kematian adalah musuh kita (1 Korintus 15:25-28), tetapi kematian
bukanlah suatu akhir yang mesti ditakuti sedemikian banyak orang.
Bagi orang percaya, ada sesuatu yang menunggu mereka di luar
kehidupan ini, yaitu sesuatu yang lebih baik.
Seseorang pernah berkata, "Bagi kepompong, sesuatu yang sepertinya
adalah akhir kehidupan, bagi kupu-kupu, hal itu barulah awal
kehidupan." George MacDonald menulis, "Alangkah anehnya ketakutan
akan kematian! Kita tidak pernah takut saat melihat matahari
terbenam."
Saya menyukai ungkapan dari Filipi 1:21, "Bagi saya, hidup berarti
kesempatan melayani Kristus, dan mati -- ya, berarti lebih baik
lagi!" (FAYH). Selama menjalani kehidupan jasmani, kita berkesempatan
untuk melayani Yesus. Namun suatu hari, kita akan benar-benar berada
dalam hadirat-Nya. Ketakutan kita akan luntur ketika kita melihat-Nya
muka dengan muka.
Itulah "sesuatu yang lebih baik lagi" yang dimaksudkan Rasul Paulus!
--CHK
BAGI ORANG KRISTIANI, KETAKUTAN AKAN KEMATIAN
JUSTRU MENUNTUN PADA KEHIDUPAN YANG PENUH
|