Bacaan : 1Tawarikh 4:9,10
Perayaan Tahun Baru Cina sangat menyenangkan bagi anak-anak. Ketika
kaum kerabat dan teman-teman berkumpul, orang dewasa biasanya memberi
anak-anak sebuah amplop merah kecil berisi sejumlah uang. Anak-anak
itu akan segera merobek amplop itu untuk mengambil uangnya, sampai
orangtua mereka harus mengingatkan bahwa sang pemberi lebih penting
daripada pemberiannya.
Serupa dengan hal itu, tatkala mempelajari doa Yabes dalam 1 Tawarikh
4:9,10, kita harus ingat bahwa Sang Pemberi, yaitu Tuhan, lebih
penting daripada pemberian itu sendiri. Jika kita hanya terpaku pada
permintaan Yabes, kita akan mudah salah mengerti dan menjadikan doa
Yabes sebagai rumus untuk mendapatkan apa yang kita inginkan dari
Allah.
Kita tidak tahu banyak tentang Yabes, kecuali bahwa sang ibu
memberinya sebuah nama yang pengucapannya mirip dengan sebuah kata
Ibrani yang berarti "tekanan" atau "kesakitan". Namun dikatakan bahwa
ketika ia tumbuh dewasa, "Yabes lebih dimuliakan daripada saudara-
saudaranya."
Alasan apa yang membuat Yabes "lebih dimuliakan"? Berdasarkan doanya,
kita dapat menyimpulkan bahwa ia menganggap serius hubungannya dengan
Allah. Tidak ada kata-kata yang bertuah dalam doanya. Namun ia tahu
bahwa Allah adalah pemberi dari segalanya. Saya yakin Yabes dimuliakan
karena ia memuliakan Tuhan.
Dalam doa kita hari ini, mari kita teladani sifat Yabes yang hidup
untuk menyenangkan hati Allah --Albert Lee
TUJUAN DOA BUKAN UNTUK MENDAPAT APA YANG KITA INGINKAN
TETAPI UNTUK MENJADI APA YANG ALLAH INGINKAN.
|