Bacaan : 2Timotius 2:22-26
Tiga pemuda yang berpakaian rapi datang ke rumah saya. Saya segera
tahu bahwa mereka bukan wiraniaga yang hendak menjual pengisap debu.
Mereka ingin menjadikan saya penganut agama mereka.
Saya terlibat dalam perbincangan yang sopan dengan mereka. Saya
menghargai dedikasi mereka untuk tetap bekerja di hari yang gerah di
musim panas itu. Kemudian saya berkata, "Saya tahu kalian akan memberi
saya beberapa bacaan, tetapi tolong izinkan saya juga memberikan
sesuatu kepada kalian." Lalu saya masuk dan mengambil beberapa majalah
yang berisi penjabaran Injil yang jelas.
Mereka berkata ingin memberi saya sebuah buku yang berisi dasar
kepercayaan mereka. Saya mengatakan bahwa saya sudah mempunyai buku
itu dan telah membaca sebagian. Ketika mereka menanyakan pendapat saya
tentang buku itu, saya memberi tahu mereka tentang perbedaan antara
buku itu dengan Alkitab, dan mengapa saya menganggap buku itu
mengandung kesalahan. Tidak ada perbantahan, hanya perbincangan yang
hangat tentang yang benar dan yang salah.
Manakala berhadapan dengan orang yang menyimpangkan atau mengingkari
doktrin-doktrin Alkitab, kita harus tahu apa yang diajarkan Alkitab.
Sebagaimana dinyatakan oleh Rasul Paulus, kita harus mengoreksi dengan
lemah lembut mereka yang ada dalam kesalahan "sehingga mereka mengenal
kebenaran" dan "menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat
Iblis" (2 Timotius 2:25,26). Akhirnya, tujuan kita haruslah untuk
menolong orang menemukan kebenaran, bukan memenangkan perdebatan
--Dave Branon
UNTUK MENUNJUKKAN KESALAHAN
TUNJUKKAN HAL ITU DALAM TERANG KEBENARAN ALLAH
|