Bacaan : Keluaran 32:15-29
Menyalahkan orangtua, teman-teman, atau keadaan karena dosa-dosa kita
adalah tindakan yang buruk. Namun yang paling buruk adalah bila kita
menyalahkan Allah. Saya membaca kisah tentang seseorang yang menjalani
program penurunan berat badan. Suatu hari ia membeli beberapa donat.
Ketika ditanya alasannya, ia berkata bahwa itu kesalahan Allah, karena
Dia membuka tempat parkir tepat di depan toko roti yang biasa ia
lewati.
Dalam Keluaran 32, kita membaca bagaimana imam agung Harun mengepalai
pembuatan sebuah patung berhala emas. Ini mengakibatkan matinya 3.000
orang Israel dan mendatangkan penyakit sampar yang mengerikan bagi
bangsa itu. Namun bukannya segera bertobat dan bertanggung jawab
layaknya seorang pemimpin, Harun malah menyalahkan rakyat dengan
berkata bahwa mereka mendesaknya sehingga ia tidak punya pilihan lain.
Ia bahkan bertindak lebih jauh dan berbohong. Ia mengatakan bahwa yang
ia lakukan hanya melemparkan emas itu ke tempat peleburan, dan secara
misterius muncullah sebuah patung anak lembu emas (Keluaran 32:24).
Musa menolak alasan Harun. Ia menunjukkan dosa saudara laki-lakinya
itu, lalu mendoakannya (Ulangan 9:20). Kita boleh yakin bahwa kaum
Israel yang mengakui kesalahan mereka pasti diampuni. Namun Allah
menghakimi dosa itu, sehingga banyak orang yang mati.
Jika Anda berbuat salah, akuilah. Jangan mencari kambing hitam. Dan
yang lebih penting lagi, jangan menyalahkan Allah --Herb Vander Lugt
COBALAH UJIAN KARAKTER BERIKUT INI:
KETIKA BERBUAT SALAH, BERSEDIAKAH ANDA DITEGUR?
|