Bacaan : 2Korintus 12:1-10
Saya selalu senang mengobrol dengan teman lama saya semasa kuliah,
Tom. Bersama-sama kami selalu mencoba memahami apa yang telah Tuhan
ajarkan sejak kami terakhir bertemu.
Suatu hari Tom mengawali pembicaraan dengan senyum tersipu-sipu, "Aku
sendiri hampir tak percaya jika aku membutuhkan waktu bertahun-tahun
untuk menangkap pelajaran terakhir yang Allah ajarkan kepadaku.
Padahal aku seorang guru Alkitab!" Ia bercerita tentang sederet
pencobaan dan ujian yang telah ia dan keluarganya hadapi. Karena
pengalaman itu, ia merasa tak layak mengajar di kelas Sekolah Minggu
dewasa. "Minggu demi minggu aku merasa sangat gagal," akunya, "dan
terus bertanya-tanya apakah hari Minggu ini akan menjadi Minggu
terakhir sebelum aku mengundurkan diri."
Pada suatu hari Minggu seorang wanita muda tetap tinggal di kelas
Sekolah Minggu dewasa sesudah pelajaran berakhir untuk berbicara
dengan Tom. Ia adalah teman keluarganya, jadi ia tahu setiap hal yang
mereka alami. "Tom," katanya, "saya harap kau tidak salah mengerti,
tapi sesungguhnya kau menjadi guru yang jauh lebih baik justru ketika
sedang mengalami masa-masa sulit."
Tom tersenyum sambil berkata kepada saya, "Pada saat itulah aku merasa
dapat memahami tanggapan Tuhan terhadap duri dalam daging yang dialami
Paulus: 'Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam
kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna'" (2 Korintus 12:9).
Ketika kita sadar betapa kita membutuhkan Allah, Dia akan menguatkan
kita. Itulah keuntungan dari kelemahan --Joanie Yoder
DALAM MASA-MASA SULIT
ALLAH MENGAJAR KITA UNTUK PERCAYA
|