Bacaan : Mazmur 46
Erma Bombeck menulis sebuah kolom tentang konflik yang kadang kala
terjadi saat dilakukan pembagian harta keluarga di antara saudara
kandung setelah orangtua mereka meninggal. Entah itu berupa mangkuk,
selimut Nenek, atau hiasan-hiasan Natal, sering kali orang merasa
yakin bahwa merekalah yang seharusnya memiliki benda tertentu. Bombeck
mengatakan bahwa ia tak pernah menginginkan TV atau tote bag [tas
besar yang dipakai untuk membawa pakaian, sepatu, paket-paket, dll.]
untuk mengenang orangtuanya, karena warisan sejati mereka untuknya
adalah cara hidup mereka, bukan harta yang mereka tinggalkan.
Tulisan tersebut membuat saya bertanya, "Apakah warisan yang akan saya
tinggalkan untuk anak-anak saya kelak?" Lalu saya menyimpulkan bahwa
saya ingin anak-anak saya merasa bahwa ayah mereka telah membantu
mereka belajar ke mana harus pergi bila badai kehidupan menerpa. Dalam
Mazmur 46, tiga kali penulis menunjuk Tuhan sebagai "tempat
perlindungan", yakni tempat perlindungan pada masa yang penuh bahaya
atau kesukaran (ayat 2,8,12). Dalam Amsal 14:26, kita juga membaca
bahwa akan "ada perlindungan" bagi anak-anak dari orang yang takut
akan Allah.
Jika saat ini saya belajar untuk mencari tempat berlindung dan
kekuatan dalam Tuhan, maka kelak anak-anak saya akan memiliki teladan
untuk diikuti dan tahu ke mana mereka harus berpaling. Saya akan
gembira jika suatu hari kelak mereka akan mengatakan bahwa mereka
telah menemukan perlindungan di dalam Tuhan dan bahwa: "Ayah ingin
saya memiliki ini." --David McCasland
HIDUP BAGI KRISTUS AKAN MENINGGALKAN WARISAN YANG ABADI
|