Bacaan : Kejadian 3:1-19
Coyote [serigala padang rumput di Amerika Utara bagian barat] takkan
mampu menolak santapan daging domba yang lezat. Itulah sebabnya
bertahun-tahun silam para ahli melakukan eksperimen dengan menggunakan
sekitar 500 bahan kimia yang berbeda untuk mengembangkan suatu larutan
yang disemprotkan pada domba sehingga menjadikan mereka "anti-coyote".
Sebuah campuran yang rasanya seperti saus pedas tampaknya menjanjikan
keberhasilan.
Para ilmuwan berteori bahwa jika ujian ini berhasil, coyote tak akan
berselera terhadap domba. Dengan demikian, coyote takkan lagi menjadi
gangguan bagi masyarakat di negara yang beternak domba. Manusia pun
akan menjadi sahabat terbaik dari anjing liar itu.
Kadang saya bertanya-tanya mengapa Allah tidak melakukan hal yang
serupa di Taman Eden. Mengapa Dia tidak membuat pohon pengetahuan baik
dan buruk itu berbuah jelek? Mengapa Dia tidak mengelilingi pohon itu
dengan pagar berantai dan kawat berduri di atasnya? Bahkan, mengapa
Allah menciptakan pohon itu? Saya yakin, sebagian jawabannya adalah
bahwa godaan untuk melakukan yang jahat telah membawa Adam dan Hawa
berhadapan dengan pertanyaan moral yang paling dasar, yakni: Apakah
mereka akan menunjukkan kepercayaan penuh kepada sang Pencipta dan
dengan penuh kasih menaati-Nya dengan segenap hati?
Kita menghadapi ujian yang serupa setiap hari. Dan, apakah yang akan
kita perbuat? Apakah kita akan gagal dalam ujian itu? Atau, apakah
kita akan mempercayai Allah sepenuhnya dan menaati perintah-perintah-
Nya? --Mart De Haan II
SETIAP PENCOBAAN ADALAH KESEMPATAN
UNTUK PERCAYA KEPADA ALLAH
|