Bacaan : Yakobus 4:1-12
Seorang pria yang terpilih dalam Parlemen Inggris memboyong seluruh
keluarganya ke London. Ia merasa bangga sewaktu menceritakan tentang
pekerjaan barunya dan membawa mereka berkeliling kota. Tatkala
melewati Westminster Abbey, putrinya yang berusia 8 tahun terpesona
dengan besarnya bangunan yang indah itu. Lalu sang ayah yang tengah
berbangga diri itu bertanya, "Sayang, apa yang sedang kaupikirkan?"
Putrinya menyahut, "Ayah, sebelumnya aku berpikir betapa besarnya Ayah
di dalam rumah kita, tetapi ternyata kini aku melihat betapa kecilnya
Ayah di sini!"
Tanpa disadari, gadis kecil ini telah mengatakan sesuatu yang perlu
didengar sang ayah. Kesombongan dapat menyusup dengan begitu mudah
dalam hidup kita, dan hal terbaik yang dapat dilakukan adalah
"memangkas habis" sifat itu. Sebagai manusia kita perlu selalu
diingatkan untuk tidak memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada
yang patut kita pikirkan (Roma 12:3). Memang mudah bagi kita untuk
memegahkan diri tatkala berada dalam lingkungan hidup yang kecil.
Namun tatkala kita masuk dalam situasi yang lebih besar, dengan
tuntutan, tekanan, dan persaingan yang bertambah, kita akan sadar
bahwa "ikan besar di kolam yang kecil" itu dengan cepat menjadi ikan
kecil di tengah samudra yang besar.
Yakobus berkata, "Allah menentang orang yang congkak, tetapi
mengasihani orang yang rendah hati" (4:6). Maka dari itu, marilah kita
memohon pertolongan Tuhan untuk melihat diri kita yang sesungguhnya.
Dengan pertolongan-Nya, kita akan belajar membuang kecongkakan yang
bodoh --Richard De Haan
MEREKA YANG MENGENAL ALLAH AKAN BERSIKAP RENDAH HATI
MEREKA YANG MENGENAL DIRI SENDIRI TAK AKAN MEMEGAHKAN DIRI
|