Bacaan : Kolose 1:9-14
Pada perayaan Tahun Baru 1929, tim dari University of California di
Berkeley bermain football melawan Georgia Tech dalam pertandingan Rose
Bowl. Roy Riegels, salah seorang pemain pertahanan California,
berhasil menguasai bola yang tak tertangkap oleh tim Georgia Tech.
Secepat kilat ia berbalik dan berlari sejauh 59 meter, tetapi ke arah
yang salah! Untungnya, salah seorang rekan setim Riegels berhasil
merebut bolanya sesaat sebelum ia mencapai garis gol yang keliru. Pada
permainan berikutnya, tim Georgia Tech kembali mencetak gol dan
menang.
Sejak saat itu, Riegels mendapat julukan "Riegels si salah arah".
Bertahun-tahun kemudian, setiap kali ia diperkenalkan, orang akan
berseru, "Saya tahu Anda! Anda yang lari ke arah yang salah di
pertandingan Rose Bowl itu, kan!"
Kegagalan kita mungkin tidak mencolok seperti kesalahan Riegels,
tetapi kita semua pasti pernah menuju arah yang salah, dan kenangan
itu terus menghantui kita. Ingatan terhadap dosa dan kegagalan itu
akan muncul dan mengejek kita, bahkan pada pukul tiga dini hari.
Andaikan kita bisa melupakannya! Andaikan kita bisa memperbaiki
keadaan!
Sesungguhnya kita dapat melakukannya. Ketika kita mengakui dosa-dosa
kita dan bertobat di hadapan Allah, Dia akan mengampuni dan tidak
mengingat-ingat masa lalu kita. Dalam Kristus, "kita memiliki
penebusan kita, yaitu pengampunan dosa" -- semua dosa kita (Kolose
1:14; 2:13).
Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan --David Roper
PENGAMPUNAN ALLAH MERUPAKAN JALAN
UNTUK MEMPERBAIKI SEGALANYA
|