Bacaan : Kisah Para Rasul 20:7-12
Barangkali Eutikhus bukan orang pertama yang tertidur sewaktu
mendengarkan khotbah dalam ibadah (Kisah Para Rasul 20:9), dan
tentunya juga bukan yang terakhir. Sebagian faktor kesalahannya
mungkin terletak pada kebaktian yang menjemukan dan khotbah yang
membosankan. Selain itu bisa juga karena faktor-faktor lain.
Contohnya, semasa kecil saya memperhatikan bahwa mereka yang bekerja
di luar gedung pada musim dingin mendapati bahwa kehangatan gedung
gereja merupakan tempat yang enak untuk tidur. Beberapa tahun
kemudian, setelah bekerja 17 jam setiap Sabtu di pasar daging, saya
sendiri harus berjuang untuk tetap terjaga sewaktu mengikuti kebaktian
Minggu pagi. Berbagai aktivitas sosial pada Sabtu sore juga dapat
membuat orang mengantuk pada Minggu pagi.
Salah satu kunci untuk mengalami perjumpaan yang indah dengan Allah
pada Minggu pagi adalah dengan melakukan persiapan sehari sebelumnya.
Memang, mereka yang berada pada posisi pemimpin sudah banyak
memperhatikan dan berdoa untuk lancarnya kebaktian. Namun kita yang
duduk di bangku gereja sebagai jemaat seharusnya juga mengingat ibadah
di Minggu pagi saat merencanakan aktivitas di hari Sabtu. Dengan
begitu kita akan siap untuk bernyanyi, berdoa, dan memahami semua yang
dikatakan, termasuk kebenaran yang disampaikan melalui khotbah.
Kita akan mendapat visi baru tentang kebesaran dan kasih Allah, juga
suatu keinginan yang diperbarui untuk melakukan kehendak-Nya, jika
kita melakukan persiapan ibadah dengan benar --Herb Vander Lugt
IBADAH PADA MINGGU PAGI
HARUS DIMULAI SEJAK SABTU MALAM
|