Bacaan : Roma 6:1-14
Mencabuti ilalang di halaman rumah bisa menjadi pekerjaan
yang sulit. Entah itu mencabuti serumpun tanaman menjalar atau
bunga-bunga liar, yang jelas kita tak berdaya terhadap kutuk
Allah di Taman Eden (Kejadian 3:17-18).
Bila tanah keras dan kering, ilalang tersebut menjadi sulit
dicabut. Namun ketika hujan turun dan menggemburkan tanah, ilalang itu pun mudah dicabut. Saya juga memperhatikan bahwa ilalang
yang muda lebih mudah disingkirkan daripada yang sudah tua.
Demikian pula halnya dengan kebiasaan buruk. Semakin lama
suatu kebiasaan buruk melekat pada diri kita, maka semakin sulit
pula untuk dihilangkan. Kita akan dapat mencabutnya dengan lebih
mudah jika kita membuangnya lebih awal, yakni ketika hati kita
dilembutkan oleh kasih Allah.
Paulus memberitahukan tentang kasih Allah yang besar dan
anugerah-Nya yang berlimpah atas kita (Roma 5:20-21). Kebenaran
ini dapat melunakkan tanah hati yang keras. Lalu, jika kita
mengerti bahwa Yesus mati untuk membebaskan kita dari hukuman dan
kuasa dosa (6:1-14), maka kita akan melihat perlunya berperang
melawan kebiasaan-kebiasaan yang penuh dosa.
Iman yang pasif tidak akan mematikan kebiasaan buruk. Iman
harus menerapkan kebenaran ini secara aktif. "Mencabut ilalang"
seringkali merupakan suatu proses yang penuh dengan kegagalan
yang menyakitkan sampai akhirnya tercapai keberhasilan dari
kegagalan yang terakhir.
Adakah ilalang yang perlu dicabut dalam hidup Anda? --DJD
The sins that would entangle us
Must never be ignored;
If we do not get rid of them
They\'ll pierce us like a sword. --Sper
KEBIASAAN BURUK IBARAT KURSI YANG EMPUK --
KITA MUDAH DUDUK DI ATASNYA TETAPI SULIT UNTUK BANGKIT DARINYA
|