Bacaan : Efesus 5:15-21
Ada sebuah kisah tentang seorang ibu dan putrinya yang
berusia 4 tahun, yang sedang berjalan-jalan di pasar. Ketika
gadis kecil itu memandang setumpuk jeruk, sang penjual yang murah
hati mengambil sebuah dan memberikannya kepadanya.
"Ayo, bilang apa ke bapak yang baik ini?" kata sang ibu
kepada anaknya. Gadis kecil itu melihat jeruknya, lalu menyodorkannya kembali kepada si penjual sambil berkata, "Kupaskan!"
Berterima kasih adalah sesuatu yang perlu kita pelajari agar
dapat dilakukan. Kata-kata di atas dapatlah dimaklumi bila diucapkan oleh anak berusia 4 tahun, tetapi sebaliknya benar-benar
tidak sopan dan tidak tahu terima kasih bila diucapkan oleh anak
yang lebih tua atau orang dewasa.
Dalam menanggapi pemberian Allah yang besar, kita seringkali
mudah jatuh dalam perangkap dengan berpikir, "Ini baik, tapi saya
ingin sedikit lebih baik lagi."
Sikap mengucap syukur kepada Allah adalah salah satu usaha
mengembangkan kedewasaan rohani. Dalam surat Paulus kepada jemaat
di Efesus yang sedang bertumbuh, salah satu tantangannya untuk
mengikut Kristus adalah "ucaplah syukur senantiasa atas segala
sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa
kita" (Efesus 5:20).
Hari ini, mari kita berlatih untuk bersyukur kepada Allah,
daripada mengeluh tentang apa yang tidak kita miliki, atau menggerutu karena ketidakadilan hidup, atau meminta lebih bagi diri
sendiri.
Daripada berkata "Kupaskan!", mari kita berkata "Terima kasih" --DCM
Some folks see so many thorns
They scarce can see one rose,
While others count two blossoms
For every thorn that grows. --Garrison
YANG MEMBUAT ANDA BERSYUKUR BUKANLAH APA YANG ADA DI SAKU ANDA
MELAINKAN APA YANG ADA DI HATI ANDA
|