Bacaan : Roma 8:18-25
Tak ada tragedi yang lebih buruk daripada kematian seseorang
yang menolak Kristus. Mati tanpa Yesus sebagai Juruselamat berarti berhadapan dengan nasib yang paling menyedihkan: kekekalan
tanpa pengharapan.
Bahkan orang-orang yang paling berhasil sekalipun -- tak
peduli betapa besar dan mengagumkannya prestasi mereka -- akan
kehilangan semua hal yang baik dalam hidup ini jika mereka mati
tanpa mempercayai Yesus sebagai Juruselamat.
Walter A. Maier, seorang pengkhotbah terkenal pada masa 50
tahun pertama dari abad ke-20, bercerita tentang dua orang terkenal yang saat berada di ambang kematian mengungkapkan apa yang
terkenal sebagai perkataan "orang-orang terhilang." Maier mengatakan bahwa Jay Gould, seorang multimiliuner, meratapi diri di
atas tempat tidur menjelang kematiannya, "Saya adalah orang yang
paling menderita di muka bumi ini." Maier juga mengutip perkataan
Voltaire, seorang pemikir Perancis, yang berseru, "Andai saja aku
tak pernah dilahirkan."
Apakah yang akan mewarnai akhir kehidupan Anda? Damai sejahtera atau keputusasaan? Anda dapat bersukacita dalam pengampunan
Allah. Anda dapat meyakini bahwa kematian takkan dapat memisahkan
Anda dari kasih Allah (Roma 8:38-39), namun akan membawa Anda ke
dalam hadirat-Nya.
Hal itu hanya akan terjadi jika Anda beriman kepada Kristus,
yakni percaya bahwa karena kematian, penguburan, dan kebangkitan
Yesuslah dosa-dosa Anda diampuni. Kata-kata terakhir Anda dapat
menjadi kata-kata kemenangan bila Anda menantikan hidup yang
kekal bersama Kristus --JDB
Our Lord took death upon Himself
On that cruel cross of pain,
And those who look in faith to Him
Eternal life shall gain! --Johnson
KEMATIAN MERUPAKAN BABAK TERAKHIR DARI KEHIDUPAN DI DUNIA
NAMUN MERUPAKAN BABAK AWAL DALAM KEKEKALAN
|