Bacaan : Mazmur 101
Pendeta Henry Ward Beecher yang hidup pada abad ke-19 menceritakan tentang seorang ibu yang tinggal di daerah perbatasan
yang masih liar. Suatu saat ia sedang mencuci pakaian di tepi
sungai, sedangkan anak tunggalnya bermain di dekatnya. Tiba-tiba
ia menyadari bahwa anaknya telah hilang. Ia memanggil-manggil,
tetapi tidak ada jawaban. Dengan gelisah ibu itu lari ke rumah,
tetapi anaknya juga tidak ada di sana.
Dengan penuh ketakutan, wanita itu cepat-cepat pergi ke
hutan. Di sana ia memang menemukan anaknya, tetapi rupanya sudah
terlambat. Anak itu telah mati dibunuh oleh seekor serigala.
Dengan hati terluka, ia mengangkat tubuh kecil yang sudah tak
bernyawa itu, mendekapnya erat-erat, lalu dengan lembut membawanya pulang. Beecher menyimpulkan, "Oh, betapa bencinya ibu itu
terhadap serigala!"
Setiap orang Kristen seharusnya memiliki kebencian yang sama
terhadap kejahatan (Mazmur 101:3-8). Namun ada banyak orangtua
yang sedemikian hati-hati menjaga anak mereka dari bahaya fisik,
namun tidak memperhatikan kekuatan si jahat yang mengancam keselamatan jiwa mereka. Itulah sebabnya mereka membiarkan anak-anak
mereka tanpa perlindungan. Mereka kurang memberi perhatian terhadap pergaulan anak-anak mereka, majalah yang mereka baca, atau
acara TV yang mereka tonton. Kapan pun pengaruh buruk dari hal-hal tersebut mulai bekerja, hal ini harus dipandang sebagai suatu
ancaman yang mematikan, dan kita harus melindungi anak-anak kita
dari itu semua.
Tidaklah salah jika kita membenci apa yang salah --RWD
FOR FURTHER STUDY
According to Psalm 101, what are we to hate?
How can we avoid looking at evil? (v.3).
How can we please God with our speech? (vv.1,5,7).
JIKA KITA TIDAK MEMBENCI YANG JAHAT
KITA TIDAK DAPAT MENGASIHI YANG BAIK
|