Bacaan : Yakobus 1:12-18
Sally, seekor ular piton Birma, telah menjadi binatang piaraan keluarga Romero selama 8 tahun. Panjangnya hanya 30 cm
ketika pertama kali mereka membawanya ke rumah. Namun Sally terus
bertambah besar hingga kemudian panjangnya menjadi 3 meter dengan
berat 36 kg.
Suatu hari Sally mengincar Derek yang baru berusia 15 tahun,
kemudian membelitnya sampai mati. Ketika polisi datang untuk
menyelidiki kematian anak muda itu, mereka berkata bahwa ular
tersebut "cukup agresif, mendesis dengan keras, dan bereaksi
dengan cepat."
Dosa tak ubahnya seperti ular itu. Saat pertama kali dosa
memasuki kehidupan kita, kita menganggapnya tidak berbahaya,
bahkan lucu. Namun dosa tersebut tidak selamanya tetap kecil. Ia
bertumbuh. Kita mengira bahwa kita dapat mengatasinya, namun
kemudian ia mulai mengendalikan kita. Dan dosa selalu mendatangkan kematian, kadang-kadang kematian fisik, dan seringkali kematian emosi. Di lain waktu dosa juga menyebabkan matinya suatu
hubungan.
Lebih berbahaya lagi, bila dosa tersebut tidak diakui dan
ditinggalkan ia akan mendatangkan kematian roh. Itulah sebabnya
Yakobus mengingatkan kita bahwa "apabila dosa itu sudah matang,
ia melahirkan maut" (1:15). Yakobus mengatakan hal itu bukan
untuk merusak kesenangan kita, tetapi untuk memelihara sukacita
kita yang terdalam.
Jika saat ini Anda sedang bermain-main dengan suatu dosa
kesayangan dalam hidup Anda, Allah meminta Anda untuk berhati-hati. Ini adalah persoalan hidup dan mati --HWR
Just one little sin, what harm can it do?
But give it free rein and soon there are two,
And then sinful deeds and habits ensue;
So guard well your thoughts or they\'ll destroy you. --DJD
BERMAIN-MAIN DENGAN DOSA MENGUNDANG BENCANA
|