Bacaan : 2Tesalonika 3:6-15
Kebanyakan dari kita mengerjakan beragam pekerjaan sepanjang
hidup kita--sebagian kita sukai, sebagian lainnya tidak begitu
suka kita bicarakan. Semasa kuliah sampai tamat, saya pernah
melakukan beragam pekerjaan--dari mengumpulkan barang-barang tua,
mengirim buklet dari rumah ke rumah, mencuci piring, mengerjakan
bangunan, sampai berjualan pakaian.
Bahkan jika kita tidak menyukai pekerjaan kita, itu masih
lebih baik daripada menganggur, dan itu masih dapat memberikan
tujuan hidup yang nyata. Pekerjaan kita akan menjadi lebih bernilai jika kita bekerja bukan semata-mata untuk mendapatkan uang,
tetapi untuk menyenangkan hati Tuhan.
Sebaris kalimat dari penyair Inggris Samuel Taylor Coleridge
berbicara tentang hubungan antara pekerjaan dan nilai. Ia menulis, "Pekerjaan tanpa pengharapan bagaikan minuman lezat dalam
saringan, dan pengharapan tanpa suatu tujuan tak ada artinya." Ia
menasihatkan, agar nilai pekerjaan kita tetap terjaga, kita harus
memiliki pengharapan. Namun, di manakah kita dapat menemukan
pengharapan?
Alkitab pun memberikan sebuah nasihat. Menurut Kolose 3:23,
kita harus bekerja "seperti untuk Tuhan" karena Dialah yang akan
memberi upah (ayat 24). Kita harus dikenal sebagai pekerja keras
yang tak kenal lelah dalam mengerjakan kebaikan (2Tesalonika
3:6-15).
Hormatilah Allah dan jadilah kesaksian yang baik bagi orang
lain saat Anda bekerja. Hal itulah yang membuat pekerjaan
Anda--apa pun itu--memiliki pengharapan yang benar --JDB
Lord, I ask for strength to do
The task that You\'ve assigned;
Help me work with diligence
Lest Your name be maligned. --Fasick
PEKERJAAN SEHARI-HARI YANG DIKERJAKAN BAGI ALLAH
MEMILIKI NILAI YANG ABADI
|