Bacaan : 1Tesalonika 4:13-18
D.L. Moody, seorang penginjil dari abad ke-19, senang menceritakan kisah tentang para nelayan yang mengarungi lautan jauh
ke Laut Adriatik. Setiap sore istri-istri mereka pergi ke tepi
pantai dan menunggu suami mereka pulang setelah melewati hari
yang panjang dan penuh bahaya.
Sambil berdiri di sana, mereka menyanyikan bait pertama dari
sebuah lagu pujian yang terkenal, kemudian mereka berhenti menyanyi dan memasang telinga baik-baik. Mereka segera tahu bahwa
suami mereka dalam keadaan aman tatkala terdengar bait kedua yang
dinyanyikan oleh para suami dari kejauhan. Angin membawa nyanyian
balasan itu melewati ombak lautan.
Moody berkata, "Mungkin jika dalam dunia yang penuh badai
ini kita mau mendengarkan seperti para istri nelayan itu, kita
juga pasti akan mendengar bisikan dari orang-orang yang kita
kasihi nun jauh di sana." Manakala Moody merenungkan bahwa sang
Juruselamat akan kembali dan bahwa ia akan dipersatukan kembali
dengan orang-orang yang dikasihinya, ia seolah dapat mendengar
suara mereka menggemakan "alunan nada yang menembus butiran-butiran waktu."
Saya sering berpikir bahwa ketika kita ingin bertemu dengan
orang-orang terkasih yang telah pergi ke surga, mereka pun sesungguhnya dengan tidak sabar sedang menanti-nantikan hari tatkala kita akan berkumpul kembali. Suatu hari kelak, entah kita
"diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan" (1Tesalonika
4:17) atau harus lebih dulu melewati lembah kekelaman, yang jelas
kita akan menyongsong reuni nan akbar dan agung itu. Oh, betapa
gembiranya di sana nanti! --RWD
Friends will be there I have loved long ago,
Joy like a river arround me will flow;
Yet, just a smile from my Savior, I know,
Will through the ages be glory for me. --Gabriel
KEMATIAN TIDAK DAPAT MEMISAHKAN
MEREKA YANG BERSATU DI DALAM KRISTUS
|