Bacaan : Markus 7:14-23
Suatu kali di tengah khotbahnya, Hudson Taylor, seorang
perintis penginjilan di Cina, mengisi sebuah gelas dengan air dan
menaruhnya di atas meja di depannya. Saat berbicara, tiba-tiba ia
melayangkan tinjunya cukup keras ke atas meja, hingga menumpahkan
air dalam gelas tersebut. Kemudian ia menjelaskan, "Anda semua
pasti akan menghadapi banyak kesulitan. Tapi ingatlah, dalam
kondisi seperti itu, apa yang ada di dalam diri Anda akan \'tumpah
keluar.\'"
Ini merupakan suatu hal yang patut direnungkan. Ketika kita
diperlakukan dengan semena-mena atau disalah mengerti oleh orang
lain, bagaimanakah tanggapan kita? Apakah dengan kata-kata yang
penuh kasih, kesabaran, dan kebaikan? Ataukah kita cenderung
membalas dendam dengan penuh kemarahan?
Dalam Efesus 4:17-32, kita melihat perbedaan yang menyolok
antara keadaan seseorang sebelum dan sesudah ia diselamatkan.
Reaksi kita terhadap ujian dan pencobaan hidup yang mengejutkan
akan menunjukkan apakah kita hidup di bawah pimpinan Roh Kudus.
Seberapa dalam kita telah bertumbuh dalam anugerah Allah akan
tampak melalui cara kita menanggapi situasi-situasi yang mencobai
dan mempermalukan kita secara tiba-tiba.
Kita mungkin dapat menekan perasaan frustrasi dan kemarahan,
lalu bersikap seolah tidak mengalami apa-apa. Namun jika hati
kita dipenuhi dengan kasih sang Juruselamat, kita akan menanggapi
cobaan yang tak terduga dengan kesabaran dan kebaikan. Isi hati
kita akan "tumpah keluar" seperti halnya isi gelas yang penuh itu
--RWD
Lord, help me flee all sin and shame,
Lest I disgrace Your holy name;
And may I live that all may see
The Savior\'s love revealed in me. --DJD
SEMAKIN BANYAK KESULITAN DATANG
KARAKTER ANDA YANG SEBENARNYA AKAN TAMPAK
|