Bacaan : 1Raja1:15-31
Pimpinan dari suatu perusahaan di Michigan, mengalami stroke
ringan, sehingga ia tak dapat menghabiskan banyak waktu di kantor. Ia tidak tahu bahwa salah seorang putranya, dengan bantuan
dua wakil pimpinan, sedang bersiasat untuk mengambil alih perusahaan. Namun ia mengetahui rencana busuk mereka tepat pada waktunya sehingga ia tetap dapat memegang kendali.
Di beberapa tempat di dunia, perebutan kekuasaan mengakibatkan pembunuhan, kudeta berdarah, atau perang saudara. Setiap saat
kita melihat perebutan dalam politik. Perebutan kekuasaan semacam
itu juga terjadi di berbagai lingkungan masyarakat, keluarga, dan
bahkan gereja.
Adonia mengerahkan kekuatan untuk merebut tampuk kepemimpinan di Israel (1Raja 1:5-10). Namun Allah mempunyai rencana
lain. Batsyeba (istri Daud) dan Nabi Natan berhasil menghentikan
kudeta tersebut (ayat 11-31), sehingga pemimpin yang ditunjuk
Allah, yakni Salomo, menjadi raja (ayat 38-40; 2:12).
Kita harus ingat bahwa Allah berkuasa atas kerajaan-kerajaan
dunia (Daniel 5:21). Dia yang mengangkat pemimpin-pemimpin, Dia
pulalah yang menurunkan mereka dari kedudukannya, baik dalam
kehidupan politik maupun dalam gereja. Kadangkala seorang pemimpin yang tidak benar perlu diganti, tetapi pilihan itu hanya
boleh diambil setelah kita memikirkannya dengan cermat dan berdoa
sungguh-sungguh mencari kehendak Allah. Kita harus menghormati
Tuhan yang memerintah atas segalanya, bukannya menjadi bagian
dari suatu gerakan yang memuaskan ambisi orang-orang yang haus
kekuasaan --DCE
The Most High still rules over kingdoms of men,
He gives the control to whomever He will;
All people must bow to His sovereign plan,
And know that His purposes He will fulfill. --Hess
POSISI TERKUAT DI MUKA BUMI INI ADALAH
BERLUTUT DI HADAPAN TUHAN SEMESTA ALAM
|