Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > HIDUP YANG PENDEK
< November
1999
>
M S S R K J S
  1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30        


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Gloria

Senin, 8 November 1999

Bacaan Setahun : Yohanes 14-17
Nats : Aku telah...menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya (Yohanes 17:4)

HIDUP YANG PENDEK

Bacaan : Yohanes 17:1-5

Suami saya, Bill, meninggal karena kanker pada tahun 1982. Ia baru berusia 48 tahun saat itu dan masih bersemangat dalam melayani Tuhan. Banyak orang bertanya, "Mengapa Bill dipanggil semuda itu, saat ia sedang mengerjakan banyak hal untuk Tuhan?"

Selama bertahun-tahun saya tidak berhasil menemukan jawaban yang jelas dan pasti. Namun ketika saya merenungkan akan kehidupan dan kematian Kristus, saya mendapati sebuah cara pandang yang menolong. Sebelum meninggal pada usia tiga puluhan, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya, "Aku telah...menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya" (Yohanes 17:4).

Filosof William James berkata bahwa nilai kehidupan tidak diukur berdasarkan lamanya kita hidup, melainkan berdasarkan sumbangsih kita selama hidup. Seandainya peristiwa salib itu tidak perlu ada, sebenarnya Yesus dapat terus melakukan berbagai mukjizat jika Dia hidup lebih lama. Namun semua mukjizat itu tidak akan menambah apa pun pada pemberian-Nya yang teragung, yakni kehidupan dan kematian-Nya, yang memberi kita keselamatan kekal. Pekerjaan yang telah Dia selesaikan masih terus menghasilkan buah, melalui Roh-Nya.

Paul Powell menulis, "Kita harus mengingat bahwa hasil panen tidak selalu dapat dituai semasa seseorang hidup di dalam dunia." Karya Allah melalui kehidupan kita akan terus menghasilkan buah meski kita sudah tiada.

Itulah yang menghiburkan sekaligus menantang kita. Tak peduli berapa lama kita hidup, kita memiliki kesempatan untuk memberi sumbangsih yang abadi --JEY


Our life of service to the Lord
Bears fruit long after we are gone;
So even if our life\'s cut short,
Our work for Christ will carry on. --Sper

ANDA TIDAK MEMBUTUHKAN UMUR PANJANG
UNTUK MENJALANI KEHIDUPAN YANG BENAR
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran