Bacaan : Ayub 29:1-17
Pada tahun 1984, berbagai suratkabar menceritakan sebuah
tragedi yang menimpa seorang anak di Mexico City. Seorang anak
lelaki berusia 4 tahun kehilangan kedua orangtuanya dan mengalami luka bakar yang serius dalam suatu ledakan gas yang menewaskan
500 orang. Berjuta-juta orang membaca kisah tersebut, tetapi
segera melupakannya. Namun ada seorang wanita di New York yang
sangat tergerak hatinya dan tidak dapat melupakan anak kecil
tersebut.
Keprihatinan wanita tersebut mendorongnya untuk mencari anak
tersebut, kemudian membiayai 2 tahun perawatan medis untuk si
anak, membelikan hadiah-hadiah, mengunjungi, dan akhirnya mengadopsinya. Anak itu mendapatkan seseorang yang sangat mengasihi,
memperhatikan, dan memberi diri untuknya. Saya berani mengatakan
bahwa wanita itu adalah satu di antara sejuta manusia yang mau
berbuat demikian.
Cerita di atas mengingatkan kita akan Ayub. Kita biasa
melihat Ayub sebagai seorang manusia benar yang menderita. Namun
ada banyak hal lain mengenai Ayub sehingga Tuhan berkata, "Tiada
seorang pun di bumi seperti dia." Dalam kitab Ayub pasal 29-31,
kita memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang Ayub. Ia membuktikan kasihnya kepada Allah dengan menjangkau orang-orang
lain. Ia merupakan "satu dari sejuta manusia" bagi kaum yatim
piatu, para janda, dan orang-orang lain yang tertindas (29:12-17,
31:16-22).
Bapa, berilah kami hati yang mau menjangkau orang lain.
Biarlah kami menjadi orang-orang yang membagikan belas kasihan
dan kasih sayang-Mu bagi orang-orang yang membutuhkan --MRDII
PUTTING IT INTO PRACTICE
Ask God to show you someone you can help
and specific ways you can help that person.
Make it your goal this week to offer assistance.
KASIH SEJATI AKAN MENOLONG MEREKA YANG
TAK DAPAT MEMBERIKAN APA PUN SEBAGAI BALASAN
|