Bacaan : Matius 26:69-75
Di sebuah pulau di Jepang, 26 orang telah meninggal karena
tidak mau menginjak gambar Yesus. Pada abad ke-17, beberapa orang
Kristen melayani Yesus dengan setia di pulau itu. Utusan Injil
Tim Johnson bercerita bahwa seorang pemimpin di tingkat propinsi,
yang disebut shogun, menyatakan bahwa orang-orang percaya merupakan ancaman terhadap kebudayaan tradisional. Karenanya, ia merencanakan suatu jebakan yang kejam. Ia menaruh gambar Yesus di
jalan dan memerintahkan agar semua orang Kristen di propinsinya
menginjak gambar itu dan meninggalkan iman mereka. Ketika ujian
ini berakhir, sejumlah 26 orang menolak untuk melakukan perintah
itu. Akibatnya, mereka disalibkan di tepi sungai agar dilihat
semua orang.
Jadi, wajarlah jika ketika ditanya tentang kesetiaannya,
Rasul Petrus menyangkal bahwa ia adalah murid Yesus (Matius
26:69-75). Namun kemudian Petrus sangat menyesal atas penyangkalannya itu dan mempersembahkan sisa hidupnya untuk menjadi saksi
Kristus yang berani.
Setiap hari kita diperhadapkan pada berbagai situasi dan
keputusan yang menggoda kita untuk mengkhianati Tuhan dan memilih
dunia, kedagingan, atau iblis daripada taat kepada-Nya. Kita
memerlukan pertolongan-Nya untuk menjaga agar kita tidak menyangkal Dia melalui perbuatan dosa dan ketidaktaatan.
Kiranya kita memiliki ketetapan hati untuk tidak pernah
mengkhianati Tuhan kita. Sebaliknya, biarlah kita diteguhkan
untuk berani dan tidak malu menceritakan kepada orang lain mengenai kasih kita kepada-Nya --DCE
Jesus is all the world to me,
And true to Him I\'ll be;
O how could I this Friend deny,
When He\'s so true to me? --Thompson
AGAR TIDAK MENYANGKAL KRISTUS
ANDA HARUS BERSANDAR KEPADA KRISTUS
|