Bacaan : Kisah Para Rasul 20:17-25
Orangtua sering berkata kepada anaknya, “Pulanglah sebelum hari
gelap!” Di daerah yang belum ada listrik, para pelancong biasanya
berusaha mencapai tujuan sebelum matahari tenggelam. “Pulang sebelum
hari gelap” berarti perjalanan yang berhasil dan tiba dengan
selamat.
Robertson McQuilkin mengatakan ini untuk menyatakan keinginannya
untuk setia kepada Tuhan sepanjang perjalanan rohaninya. Doanya
ditutup dengan kalimat, “Tuhan, tolong saya agar ‘tiba di rumah
sebelum hari gelap’.” Ia menjelaskan demikian, “Saya takut ... bila
berhenti sebelum menyelesaikannya atau menyelesaikannya dengan
buruk, sehingga saya menodai kemuliaan-Mu, mempermalukan nama-Mu,
dan mendukakan hati-Mu yang penuh kasih. Banyak orang menasehati,
selesaikanlah dengan baik.”
Perkataan McQuilkin ini menyatakan kerinduan Paulus yang besar
ketika ia menghadapi bahaya yang menantinya di Yerusalem: “Tetapi
aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat
mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan
oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil
kasih karunia Allah” (Kisah Para Rasul 20:24).
Ini merupakan firman anugerah dari Allah (ayat 32) yang menguatkan
kita untuk terus bertahan dalam iman, karena firman-Nya mengatakan
bahwa Dia sanggup menguatkan kita hingga akhir hidup kita. Karena
itu, tetaplah berjalan dan percaya sementara kita berdoa: “Karena
karunia-Mu, Bapa, dengan kerendahan hati aku mohon Engkau
membimbingku tiba di rumah sebelum hari gelap” —David McCasland
PERLOMBAAN HIDUP DIJALANKAN OLEH IMAN
DAN DIMENANGKAN OLEH ANUGERAH
|