Bacaan : Efesus 2:1-10
Banyak orang nonkristiani tahu lagu pujian “Sangat Besar Anugerah-Nya”
(Amazing Grace), tetapi banyak yang tak tahu arti anugerah. Suatu
hari ketika penginjil D.L. Moody mempelajari arti anugerah Allah, ia
berlari ke jalan dan berteriak kepada orang pertama yang ia jumpai,
“Apakah Anda tahu grace [anugerah]?” Dengan bingung orang itu
menyahut, “Grace siapa?” Tanpa ragu Moody lalu menjelaskan anugerah,
yakni Allah berbelas kasih kepada orang berdosa dan dengan cuma-cuma
menawarkan pengampunan dan hidup baru kepada mereka melalui iman
dalam Kristus.
Saya mendengar tentang seorang pria yang hidupnya bermasalah dan
meninggal tanpa memahami pesan anugerah Allah. Seorang pendeta
berbicara kepadanya dan mendorongnya untuk ke gereja, tetapi
jawabnya, “Saya sangat tidak layak.” Ia tak tahu bahwa anugerah
Allah diberikan untuk orang yang tak layak menerimanya.
Dalam surat Paulus kepada jemaat Efesus, Paulus secara gamblang
menggambarkan hidup pra-kristiani mereka bagaikan orang yang sudah
“mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (2:1). Kemudian
ia menggunakan dua kata yang penuh pengharapan: tetapi Allah (ayat
4). Dua kata itu menunjukkan belas kasih dan anugerah Allah yang
menyediakan pengampunan dan hidup baru melalui Kristus. Keselamatan
didapat melalui iman, bukan usaha kita, jadi tak seorang pun dapat
memegahkan diri (ayat 8,9).
Mari kita bantu orang lain memahami bahwa keselamatan Allah hanya
untuk orang berdosa, termasuk kita. Itulah yang membuat anugerah
Allah sangat besar! —Joanie Yoder
LANGKAH PERTAMA UNTUK MENERIMA KEHIDUPAN KEKAL ADALAH
MENGAKUI BAHWA KITA TIDAK LAYAK MENERIMANYA
|