Bacaan : Filipi 1:12-17
Saya tak begitu suka perhiasan. Sampai kini, hanya cincin kawinlah
yang pernah saya inginkan. Di sebelahnya, di kelingking kiri saya,
terpasang cincin perak sederhana milik putri saya, Melissa.
Tak lama setelah Mell tewas dalam kecelakaan mobil pada Juni 2002, 6
minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-18, saya masuk ke kamarnya dan
menemukan cincin itu. Saya ingat pernah melihat cincin itu terpasang
di jari lentiknya.
Saya menyelipkan cincin itu, dan ternyata cincin itu pas di jari
saya. Kini saya selalu memakainya karena saya dapat melihat atau
menyentuhnya, dan merasa dekat dengan putri saya tercinta. Karena
cincin ini pernah menghiasi jari putri saya, hati saya menjadi
hangat saat sangat merindukannya.
Namun, ada alasan lain mengapa saya memakainya. Saya ingin orang
melihat dan menanyakan cincin itu. Lalu saya dapat menceritakan
Melissa dan hidupnya yang penuh kasih, iman, dan sukacita. Saya
harap cincin itu dapat membuka percakapan yang memungkinkan saya
memperkenalkan Juruselamat Melissa dan saya kepada orang lain.
Rasul Paulus memakai belenggunya, yaitu keadaannya dalam penjara,
untuk memajukan Injil (Filipi 1:12). Bukannya ia senang dipenjara,
tetapi ia tahu kesusahannya dapat diubah menjadi tujuan yang baik,
seperti cincin ini. Andai cincin ini tidak saya pakai; dan Melissa
masih memakainya. Tetapi ia telah tiada, dan saya berharap tragedi
ini membawa kemuliaan bagi Allah.
Adakah kehilangan dalam hidup Anda yang dapat dipakai Allah? —Dave
Branon
ALLAH DAPAT MENGUBAH TRAGEDI MENJADI KEMENANGAN
|