Bacaan : 1 Tesalonika 2:3-9
Saya dan istri saya mendapat pemberitahuan bahwa kami telah
memenangkan hadiah 1.000 dolar dalam bentuk uang tunai atau 250
dolar dalam bentuk kupon belanja. Ketika tiba di tempat pengambilan
hadiah, kami diminta untuk terlebih dulu mengikuti suatu seminar
selama 90 menit.
Dalam seminar itu, kami mendapat informasi bahwa kami dapat menerima
paket liburan untuk 25 tahun mendatang dengan harga saat ini, yang
berarti kami dapat menghemat sebesar 15.000 dolar. Tetapi untuk
menikmatinya, kami diwajibkan membayar biaya keanggotaan sebesar
5.200 dolar. Kami menolak tawaran itu, tetapi kami tetap diberi
beberapa kupon potongan harga, yang mungkin tak akan pernah kami
gunakan.
Dari pengalaman tersebut, kami bertanya-tanya mengapa kami dapat
bertahan dalam seminar yang ternyata berlangsung tiga jam itu. Apa
yang telah memotivasi kami? Kami memang ingin bersikap sopan, tetapi
harus diakui bahwa kami pun termotivasi oleh keserakahan.
Motivasi yang salah dapat juga menyelinap dalam pelayanan kita
kepada Tuhan. Paulus menulis kepada jemaat di Tesalonika: “Sebab
kamu masih ingat, Saudara-saudara; akan usaha dan jerih lelah kami.
Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi
siapa pun juga di antara kamu” (1 Tesalonika 2:9). Paulus berhak
menerima bantuan keuangan dari jemaat, tetapi ia tidak ingin dituduh
memiliki motivasi yang tidak murni.
Apa yang memotivasi kita? Mari kita belajar dari teladan Paulus,
sambil mengingat bahwa Allah menguji hati kita —Albert Lee
DUNIA MELIHAT APA YANG KITA LAKUKAN
ALLAH MELIHAT MENGAPA KITA MELAKUKANNYA
|