Bacaan : Mazmur 92:13-16
Kami memiliki sebuah pohon plum tua yang berlekuk-lekuk, yang sudah
rusak di kebun belakang rumah kami. Kulit kayunya berwarna gelap dan
berlipat-lipat di makan usia, dahannya sedikit dan kurus, serta
tumbuh dengan kemiringan 45 derajat ke barat. Dua tahun yang lalu
saya memotong beberapa dahan di satu sisinya, sehingga pohon itu
menjadi tidak simetris.
Pada beberapa musim dingin yang lalu, saya mengira pohon itu akan
mati karena suhu udara di bawah nol derajat. Bahkan orang yang
menyemprotnya dengan insektisida pun yakin bahwa pohon itu sudah
mati. Tetapi ternyata pohon itu hidup lagi pada musim semi dan terus
tumbuh setiap tahunnya.
Setiap bulan April, tampaknya pohon tua ini tidak menghiraukan musim
dingin, tetapi terus berbunga. Bunganya yang merah muda dan harum
tumbuh sangat banyak, memperindah halaman kami. Ketika menulis
artikel ini pun, saya dapat mencium keharumannya.
Pohon plum itu dapat bertahan karena akarnya tertanam dengan kokoh
di dalam tanah. Pohon ini memperoleh kekuatan dan makanan dari
sumber yang tersembunyi di dalam tanah.
Demikian juga halnya dengan kita. Kemampuan kita untuk bertahan --
bukan untuk bertumbuh -- tergantung pada seberapa dalam kita berakar
di dalam Kristus. Orang yang membaca firman-Nya, merenungkan, dan
mendoakannya di dalam hidupnya akan menghasilkan buah-buah Roh
(Galatia 5:22,23), di usia tua sekalipun. Hal ini seperti yang
dikatakan Mazmur 92:15, “Pada masa tua pun mereka masih berbuah,
menjadi gemuk dan segar” —David Roper
DARIPADA HANYA MENGHITUNG TAHUN-TAHUN ANDA
LEBIH BAIK MEMBUAT TAHUN-TAHUN ITU BERARTI
|