Bacaan : Yohanes 15:1-11
Di tiap kebun anggur, seorang pengurus kebun anggur memangkas
ranting-ranting pohon anggur agar menghasilkan lebih banyak buah.
Dalam pengertian rohani, terkadang Bapa surgawi kita harus
memperlakukan kita dengan cara yang sama, yaitu memangkas kehidupan
kita. Tak hanya ranting-ranting mati yang harus dibuang, tetapi
terkadang bahkan yang masih hidup dan penting pun harus dibuang agar
dapat menghasilkan buah yang lebih baik dan lebat.
Berbagai macam keadaan dapat menjadi pisau pemangkas di tangan Tuan
Pemilik Kebun Anggur. Pisau itu dapat berupa isyarat penolakan,
perkataan tidak ramah, atau bahkan tanpa kata. Bisa jadi itu berupa
rasa frustrasi karena terus-menerus hidup dalam kegaduhan dan
kebingungan, menghadapi tugas sehari-hari, sehingga tidak punya
kesempatan untuk menemukan tempat yang tenang untuk menyendiri. Atau
mungkin saat menunggu campur tangan Allah ketika tampaknya tidak ada
harapan sama sekali dan kita tidak punya teman yang bisa menolong.
Namun, pisau pemotong itu dikendalikan oleh sepasang tangan yang
penuh kasih. Tuan Pemilik Kebun Anggur tahu apa yang bisa kita
dapatkan dan Dia tahu bahwa kita akan menjadi lebih mengasihi,
bersukacita, damai, penuh toleransi, baik hati, dapat dipercaya,
lembut, percaya diri -- lebih kuat dan lebih baik daripada keadaan
kita sekarang ini.
Kita tidak perlu menghindari pisau itu, tetapi memercayai tangan
yang memegangnya. Bapa kita di surga mempunyai satu tujuan, yaitu
untuk menghasilkan buah yang baik dalam diri kita —David Roper
MENGHASILKAN BUAH + PEMANGKASAN = LEBIH BANYAK BUAH
|