Bacaan : Galatia 6:6-10
Seorang pengkhotbah yang mulai jenuh dalam pelayanan, mendapat
sebuah mimpi. Ia melihat dirinya sedang memukul sebuah bongkahan
besar batu granit dengan linggis. Tugasnya adalah memecahkan batu
tersebut menjadi potongan-potongan kecil. Namun, sekeras apa pun
usahanya, ia tidak sanggup memecah batu itu sepotong kecil pun.
Karena lelah dan putus asa, akhirnya ia memutuskan untuk berhenti.
Tak lama kemudian datanglah seseorang dan berkata, “Bukankah Anda
diperintahkan untuk melakukan pekerjaan ini? Kewajiban Anda adalah
melakukan sebaik mungkin, apa pun yang terjadi.” Sang pengkhotbah,
dengan kebulatan hati yang baru, mengayunkan linggisnya
tinggi-tinggi dan memukul batu granit tersebut hingga pecah. Batu
itu pecah berkeping-keping. Ia hampir menyerah, dan melewatkan satu
pukulan yang menghancurkan.
Tuhan ingin agar kita tetap melakukan pekerjaan yang ditugaskan-Nya,
entah seberapa besar kesulitannya. Sekalipun keberhasilan tampak
jauh dan mustahil, kita harus tetap berdiri dengan teguh dan
meyakini bahwa tetap ada upah berlimpah bagi orang yang tekun.
Apakah Anda merasa lelah dalam pelayanan bagi Allah? Apakah Anda
pernah berkecil hati dan tergoda untuk “menyerah kalah”? Ingatlah
akan mimpi sang pengkhotbah itu. Lebih baik Anda tenang dan
mengingat janji Allah yang diucapkan Paulus, “Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita
akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (Galatia 6:9) —Richard
De Haan
KEGAGALAN BUKANLAH SUATU KEKALAHAN
JIKA ANDA TERUS BERUSAHA
|