Bacaan : 1 Yohanes 4:16-21
Jauh di lembah Wyoming, secara kebetulan saya menjumpai landak
terbesar yang pernah saya lihat. Ketika ia perlahan-lahan mendekat,
saya mengamatinya dengan saksama dan memberinya cukup ruang untuk
lewat. Saya tidak mau dekat-dekat binatang yang durinya mirip peluru
kendali itu. Tak heran jika ia sendirian!
Namun, ternyata ia tidak sendirian sepanjang waktu. Setiap bulan
November dan Desember, landak-landak itu saling bertemu untuk
menghasilkan keturunan. Selama masa itu mereka memilih untuk
menidurkan duri-duri mereka, meski sesudahnya mereka kembali
menegakkan duri mereka.
Hampir setiap gereja, akan ada satu atau dua orang “landak” dengan
duri-duri kritik, sikap kasar, atau kesombongan. Kita ingin
menghindari mereka, tetapi Allah menempatkan kita di tengah
komunitas orang percaya untuk bersekutu. Dia memerintahkan kita agar
saling mengasihi, termasuk mengasihi orang dengan tipe landak ini.
Dan kalau mau jujur, kita harus mengakui bahwa kita pun memiliki
duri-duri.
Yohanes menulis, “Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga
mengasihi saudaranya” (1 Yohanes 4:21). Untuk melakukannya, kita
seharusnya meminta Allah menolong kita “melembutkan duri-duri kita”,
bahkan ketika orang lain “berduri”. Roh Kudus akan menolong kita
untuk menghentikan sikap kita yang terlalu membela diri sendiri,
penuh kritik, atau suka mengatur. Dan Dia akan memampukan kita untuk
mengasihi saudara-saudari kristiani kita. Inilah cara menunjukkan
kepada dunia bahwa kita mengasihi Allah (Yohanes 13:35) —Dave Egner
ALLAH MENGASIHI ANDA DAN SAYA --
MAKA MARILAH KITA SALING MENGASIHI
|