Bacaan : 2 Korintus 9:6-15
Randy, anak sulung kami, berangkat ke TK-nya dengan mengantongi
sekeping uang 10 sen untuk membeli susu kotak sebagai tambahan makan
siangnya. Sepulangnya dari sekolah siang itu, ibunya bertanya apakah
ia telah membeli susu kotak. “Tidak,” jawabnya sambil menangis.
“Susu kotak harganya lima keping sen, tetapi aku hanya punya satu
keping uang sepuluh sen.”
Betapa sering saya menanggapi tuntutan yang dilimpahkan kepada saya
dengan pemahaman yang kekanak-kanakan. Menurut firman Allah, saya
memiliki semua sumber daya yang saya butuhkan untuk pelayanan saya.
Sumber daya itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan saya,
tetapi saya enggan bertindak karena takut kalau tidak cukup.
Padahal, Alkitab meyakinkan saya bahwa Allah telah menyediakan
berkat yang melimpah bagi saya. Oleh anugerah-Nya, saya memiliki
segala sesuatu yang saya perlukan (2 Korintus 9:8).
Rasul Paulus tidak mengatakan bahwa kita memiliki cukup anugerah
untuk melakukan segala sesuatu yang ingin kita lakukan. Allah tidak
menawari kita cek kosong. Tidak, Paulus memberi jaminan bahwa kita
memiliki cukup kasih karunia untuk melakukan apa pun yang
diperintahkan Allah kepada kita -- mungkin untuk memberikan uang
bagi perkabaran Injil seperti yang dilakukan jemaat Korintus (ayat
7), atau untuk mengasihi seorang remaja yang sulit diatur, pasangan
yang acuh tak acuh, atau orangtua yang lanjut usia.
Apa pun tugasnya, Allah akan memastikan kita “berkelebihan di dalam
pelbagai kebajikan” (ayat 8) —David Roper
PANGGILAN ALLAH UNTUK SUATU TUGAS
PASTI DISERTAI KUASA-NYA UNTUK MENYELESAIKAN TUGAS ITU
|