Bacaan : Efesus 5:15-21
Salah satu kesenangan terbesar bagi Suzannah Worl adalah mengendarai
sepeda motor Harley-Davidsonnya. Dalam sebuah artikel renungan untuk
Covenant Publications, ia menulis tentang perjalanannya melintasi
jalan-jalan Chicago bersama sahabat-sahabatnya pada suatu malam di
musim panas. Mereka bersepeda motor di sepanjang tepi Danau
Michigan, menikmati terangnya cahaya bulan dan lembutnya percikan
air danau.
Tiba-tiba pimpinan rombongan para pengendara sepeda motor itu
membalapkan motornya dan beberapa orang dari rombongan itu
mengikutinya sehingga mencapai kecepatan 160 km per jam. Suzannah
tergoda untuk ikut-ikutan, tetapi ia tidak melakukannya. Ia tahu itu
berbahaya dan melanggar hukum. Maka ia menahan diri, dan melanjutkan
perjalanannya pada kecepatan normal.
Kadang-kadang cara hidup orang lain kelihatan jauh lebih menarik dan
menyenangkan daripada kehidupan kristiani kita. Kita tergoda untuk
melanggar perintah Allah atau mengkompromikan prinsip dari firman-Nya.
Namun, kita dipanggil untuk hidup setiap hari dengan disiplin
diri dan kearifan rohani. Rasul Paulus berkata, “Karena itu,
perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah
seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Efesus 5:15).
Kita perlu meminta pertolongan Tuhan sehingga kita dapat memandang
situasi melalui mata-Nya dan membuat pilihan yang bijaksana. Apabila
kita menaati Dia dan tinggal di dalam batasan-Nya, kita akan
menemukan kebahagiaan sejati dan kepuasan kekal —Dave Egner
ORANG BIJAK MENGETAHUI BATASAN ALLAH
SEDANGKAN ORANG BODOH TIDAK TAHU BATAS
|