Bacaan : Mazmur 119:89-96
Ada seorang gadis yang memulai pencariannya akan Allah ketika ia
berusia 11 tahun, dan hidup di bawah komunisme ateis di negara bekas
Uni Soviet. Ketika itu ia melihat beberapa karya seni yang
melukiskan bayi Yesus. Saat ia mendengar bahwa karya seni ini
menggambarkan apa yang disebut para penguasa sebagai “mitos” tentang
Allah yang mengirimkan Putra-Nya ke bumi, ia mulai mencari kebenaran
tentang itu.
Ia juga mendengar bahwa Allah telah menulis sebuah buku tentang
kebenaran-Nya, dan ia mencari salinannya. Tidak sampai menjelang
usia 30 tahun, akhirnya wanita itu menemukan sebuah Alkitab yang
boleh ia baca. Akhirnya ia mendapatkan informasi yang dibutuhkan
untuk memercayai Yesus sebagai Sang Juruselamat.
Dari tahun 1971 sampai 1989, gadis ini mengambil risiko
mempertaruhkan keselamatannya untuk mencari kebenaran firman Allah.
Kini ia berprofesi sebagai seorang pengacara yang bekerja untuk
melindungi rekan-rekannya sesama warga Rusia dari penyiksaan karena
iman. Pesan kasih Allah di dalam Kristus menyebar karena seorang
wanita yang mencari kebenaran.
Kebenaran Allah dapat berdampak kepada kita dan kepada orang-orang
yang berinteraksi dengan kita. Pemazmur menulis, “Sekiranya Taurat-Mu
tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku
.... Sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku” (Mazmur 119:92,93).
Mari jadikan Alkitab sebagai kesukaan kita. Allah akan memberi kita
hasrat akan firman-Nya yang kekal jika kita menjadi pencari
kebenaran —Dave Branon
JIKA ANDA SEDANG MENCARI BONGKAHAN EMAS KEBENARAN
MAKA ALKITAB ADALAH SEBUAH TAMBANG EMAS
|