Bacaan : 2 Korintus 4:7-12
Apakah Anda berada dalam situasi di mana Anda sering disalahpahami
karena iman Anda di dalam Kristus? Apakah Anda dikelilingi oleh
orang-orang yang memiliki jiwa suka mencela dan mengkritik? Apakah
pekerjaan yang Anda lakukan di gereja Anda atau untuk keluarga Anda
kurang atau sama sekali tidak dihargai?
Reaksi yang tepat untuk itu adalah bersedia memiliki roh yang rendah
hati dan penyerahan diri -- untuk mati seperti yang Yesus lakukan di
sepanjang hidup-Nya. Ya, Tuhan kita mati satu kali di atas kayu
salib; tetapi dalam pengertian lain, Dia pun mati setiap hari. Salib
menjadi puncak dari seluruh kematian seumur hidup. Dia bersedia
disalahpahami dan difitnah, mengorbankan tempat tinggal dan
kenyamanan, untuk mengambil peran sebagai seorang hamba. Itu adalah
“kematian” yang harus dialami-Nya. Kita harus bersedia untuk mati
seperti itu juga.
Ketika kita mati bersama-Nya, karunia Allah kepada kita adalah
“kehidupan Yesus” (2 Korintus 4:10), hidup paling menarik yang
pernah ada. Keindahannya perlahan-lahan akan tumbuh dalam diri kita
dan menjadi keindahan kita juga.
Ingatlah peribahasa ini: “Sebuah gambar bernilai seribu kata”.
Kerendahan hati dan ketenangan yang melukiskan tentang Yesus dalam
menghadapi kesalahpahaman yang menyedihkan nilainya sebanding dengan
ribuan kata-kata. Sebagian orang boleh melihat hidup Yesus yang
terungkap dalam diri Anda dan rindu untuk masuk ke dalam hidup itu.
Begitulah, mati setiap hari dapat membantu membawa hidup kepada
orang lain —David Roper
AGAR DAPAT HIDUP SETIAP HARI UNTUK KRISTUS
KITA HARUS MEMATIKAN DIRI SENDIRI SETIAP HARI
|