Bacaan : Yesaya 53
Kisah Silver Blaze karangan Sir Arthur Conan Doyle bermuara di
sekitar petunjuk berupa sikap diam. Detektif Sherlock Holmes
menyelidiki pencurian seekor kuda pacu yang mahal harganya, dan kuda
itu dijaga oleh seekor anjing penjaga. Saat mengumpulkan bukti,
Holmes mendapati bahwa anjing itu tidak menggonggong saat pencurian
berlangsung. Sang detektif pun mengambil kesimpulan bahwa anjing itu
mengenal si pelaku, dan petunjuk ini akhirnya membawa pada
terbongkarnya kasus kejahatan tersebut.
Alkitab memberikan banyak petunjuk bagi siapa pun yang menyelidiki
identitas Yesus. Salah satu petunjuk adalah sikap diam-Nya.
Berabad-abad sebelum Yesus hidup di dunia ini, Nabi Yesaya menulis
tentang Dia, “Seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang
yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya” (Yesaya 53:7).
Makna bagian firman Tuhan ini tetap tidak jelas, dan baru jelas
ketika Yesus dibawa ke hadapan para penuduh-Nya dan Dia “sama sekali
tidak menjawab” (Markus 15:5).
Ini hanyalah sebuah bukti kecil, tetapi penting, terutama ketika
digabungkan dengan petunjuk-petunjuk yang lain: kelahiran-Nya di
Bethlehem (Mikha 5:1; Lukas 2:4), silsilah-Nya sebagai keturunan
Daud (Yesaya 11:10; Lukas 3:31), dan pembuangan undi untuk jubah-Nya
(Mazmur 22:19; Yohanes 19:23,24). Semua petunjuk itu dan lebih dari
200 nubuatan lain yang telah digenapi memberikan bukti-bukti yang
luar biasa mengenai identitas Yesus.
Dialah Sang Mesias, Anak Allah, Juruselamat bagi semua orang yang
percaya kepada-Nya —Dave Egner
PERCAYA BAHWA KRISTUS MATI -- ADALAH SEJARAH;
PERCAYA KRISTUS MATI BAGI SAYA -- ITULAH KESELAMATAN
|