Bacaan : 1 Petrus 2:1-10
Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat menyatakan bahwa semua orang
“diciptakan setara” dan kita dikaruniai “hak-hak tertentu yang tak
dapat dirampas orang lain”. Konstitusi tersebut menjamin bahwa
pemerintah akan melindungi hak-hak itu bagi seluruh warga negaranya.
Kedua dokumen itu menyatakan dengan jelas bahwa kemerdekaan bangsa
terutama bergantung pada konstitusi yang kuat.
Alkitab merupakan “pernyataan hak asasi manusia” yang jauh lebih
baik daripada kedua dokumen ini. Alkitab berasal dari Allah sendiri,
yang mendasarinya dengan keadilan-Nya, keprihatinan-Nya atas umat
manusia, dan kedaulatan-Nya. Dan inilah satu-satunya perjanjian yang
menjamin kebebasan dari hukuman dan kuasa dosa.
Seseorang datang kepada seorang pendeta untuk memperoleh nasihat
tentang nilai-nilai religius dan kebebasan yang menyertainya. “Apa
yang harus saya lakukan untuk mencapai kekudusan?” tanyanya. Pendeta
itu menjawab, “Ikutilah kata hatimu.” Kemudian ia menambahkan,
“Untuk mengikuti kata hatimu, kau memerlukan sebuah konstitusi yang
kuat.” “Konsititusi yang mana?” tanya pria itu. “Alkitab!” jawab si
pendeta.
Petrus mengatakan bahwa orang-orang kristiani, sebagai “bangsa yang
kudus”, diminta “supaya memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar
dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada
terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9). Di sanalah kita menemukan
kebebasan sejati. Ketika kita hidup berdasarkan “konstitusi”, kita
akan menikmati hak-hak kita dan dapat memenuhi panggilan kita
—Dennis De Haan
KONSTITUSI TERBAIK DI DUNIA ADALAH ALKITAB
|