Bacaan : Mazmur 40:1-11
Nyanyian ikan paus bungkuk adalah salah satu karya terunik di alam
raya. Nyanyian ikan paus itu merupakan kombinasi unik dari rintihan
nada tinggi dan rendah. Orang-orang yang telah mempelajari
seluk-beluk ikan paus bungkuk mengatakan bahwa nyanyian mereka
begitu luar biasa sebab raksasa dari dasar laut ini terus-menerus
mengubah nyanyian mereka. Pada nyanyian baru itu ditambahkan pola
baru dan yang lama dihapus sehingga setelah jangka waktu tertentu
ikan paus itu menyanyikan sebuah nyanyian yang benar-benar baru.
Ada sebuah kesadaran bahwa orang kristiani harus terus-menerus
menggubah nyanyian pujian baru tentang belas kasih Allah yang selalu
baru. Sayangnya, kebanyakan dari kita masih terus melantunkan
“nyanyian lama yang sama”.
Kita harus terus-menerus menegaskan dasar iman kita. Tetapi seperti
yang dikatakan pemazmur kepada kita, ada banyak karya pembebasan
Allah dalam hidup umat-Nya. Pekerjaan-Nya yang tak terhitung
banyaknya memberi kita alasan untuk menyatakan pujian kepada-Nya
dalam begitu banyak cara (Mazmur 40:6).
Jadi, mengapa kita menyatakan kesaksian kita tentang anugerah
penyelamatan Allah dengan cara lama yang sama tahun demi tahun?
Pengalaman baru tentang belas kasih dari salib dan kuasa kebangkitan
Kristus harus terus-menerus mengisi hati serta pikiran kita dengan
nyanyian-nyanyian baru.
Kisah Injil tidak pernah berubah, maka bersyukurlah kepada Allah
karenanya. Namun, sudah semestinya nyanyian pujian kita selalu baru
—Mart De Haan
MELIHAT KARYA ALLAH DALAM HIDUP KITA
AKAN MEMBUAT MULUT KITA MEMADAHKAN NYANYIAN BARU
|