Bacaan : Lukas 3:1-20
Tujuh orang yang disebutkan dalam Lukas pasal 3 memiliki kekuasaan
secara politik, ekonomi, dan agama atas Israel. Ketujuh orang
tersebut adalah Penguasa Romawi Kaisar Tiberius, Wali Negeri Pontius
Pilatus, Raja Wilayah Herodes, Filipus, dan Lisanias, serta Imam
Besar Hanas dan Kayafas. Ketika mereka memegang tampuk kekuasaan,
“datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang
gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan
menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan
mengampuni dosamu’” (ayat 2,3).
Perbedaan apa yang mungkin dibuat oleh seseorang yang tidak memiliki
kekayaan dan kekuasaan dalam menanggapi firman Allah, pada saat
orang-orang lain tampaknya begitu kuat memegang tampuk kekuasaan?
Bagaimana mungkin tindakan seseorang yang bukan orang penting dapat
mengubah segala sesuatu? Jawabannya terungkap dalam pesan Yohanes
Pembaptis mengenai pertobatan, pernyataannya tentang Mesias yang
akan segera datang (ayat 16,17), dan keberaniannya menentang Herodes
(ayat 19). Yohanes memiliki peran untuk menyiapkan jalan bagi Yesus,
Sang Mesias, dan dunia diberkati oleh karena ketaatannya.
Kini tugas kita sebagai orang kristiani adalah mencerminkan pribadi
Sang Juruselamat yang telah disalibkan dan bangkit, dalam segala
tindakan kita, serta mewartakan kabar tentang Dia kepada sesama
kita. Allah memanggil kita masing-masing untuk hidup menurut
petunjuk-petunjuk-Nya di dalam Alkitab. Tanggapan kita akan membuat
perbedaan di dunia ini —David McCasland
KETAATAN KEPADA ALLAH
ADALAH KUNCI UNTUK PENGARUH YANG KEKAL
|