Bacaan : 1 Yohanes 4:7-11
Pada dinding ruang keluarga kami, di dalam sebuah kotak pajangan
kecil, tergantung sebuah “harta” milik istri saya Carolyn. Oh, kami
memiliki barang-barang yang sebenarnya lebih berharga, yang
terpajang di dinding-dinding rumah kami, seperti selimut buatan
tangan dari Blue Ridge Mountain Kentucky, cermin antik, lukisan cat
minyak, dan siter yang sangat indah dari seorang seniman di
pedalaman Idaho.
Namun, “harta” Carolyn jauh lebih berharga daripada benda-benda itu,
karena kotak itu berisi sebuah pemberian dari cucu perempuan kami,
Julia. Pemberian itu adalah hadiah untuk neneknya pada hari
Valentine beberapa tahun silam ketika Julia berusia enam tahun.
Benda itu adalah sebentuk hati kecil berwarna merah yang terbuat
dari tanah liat. Pada hati kecil itu terukir tulisan anak kecil
seperti cakar ayam, “Aku Sayang Nenek”.
Hati kecil itu kasar buatannya, bagian tepinya tidak rata, dan di
sana-sini terdapat bekas jari serta kotor. Namun, Carolyn telah
mengabadikan hati itu dalam sebuah pigura yang khusus dibuat untuk
memajangnya. Setiap hari benda itu mengingatkannya akan kasih Julia.
Apakah kasih Allah lebih berharga bagi Anda daripada perak, emas,
atau segala harta benda lainnya? Dia “telah mengutus Anak-Nya yang
tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya” (1 Yohanes 4:9).
Dia melakukannya karena Dia mengasihi Anda, bukan karena Anda telah
mengasihi Dia. Dan oleh karena kasih-Nya, kelak Anda akan
bersama-sama dengan Dia di surga. Tak ada kasih yang lebih besar
daripada itu! —David Roper
KASIH ALLAH YANG KEKAL
ADALAH SUMBER KEHIDUPAN KEKAL KITA
|