Bacaan : Hosea 11:1-11
Pengalaman seorang wanita kristiani yang hancur hatinya (saya
memanggilnya Mary) menggambarkan bagaimana kasih dapat menjadikan
orang yang mengasihi itu menjadi rentan. Mary adalah seorang istri
yang setia dan sangat mencintai suaminya. Namun setelah 8 tahun
menikah dan dikaruniai dua orang anak, sang suami meninggalkannya
demi wanita lain. Iman kepada Allah dan kasihnya kepada anak-anak
membuat Mary tetap bertahan.
Kini, anak lelakinya menjalani kehidupan yang penuh dosa, dan anak
perempuannya meninggalkan suami serta anak-anaknya. Akan tetapi,
kedua hal tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan sang ibu.
Nabi Hosea pun mengalami kehancuran hati yang sama karena Gomer,
istrinya, adalah perempuan sundal. Pengalaman Hosea mencerminkan apa
yang Allah rasakan ketika umat-Nya berpaling untuk menyembah berhala
dan melakukan berbagai macam kejahatan sehubungan dengan hal itu.
Allah telah menjadi suami dan ayah yang pengasih bagi mereka, namun
mereka berpaling dari kasih-Nya. Walaupun kekudusan-Nya menuntut
penghukuman atas mereka. Dia tetap merasakan kepedihan yang
mendalam.
Berabad-abad kemudian, Allah datang ke dunia dalam diri Yesus, yang
menderita sengsara di atas Bukit Kalvari untuk menanggung dosa-dosa
seluruh dunia. Namun, banyak orang masih menolak-Nya.
Ya, kasih itu rentan, dan tidak ada jaminan akan mendapatkan
balasan! Tetapi Allah tetap mengasihi, dan dalam kekuatan-Nya kita
dapat melakukan hal yang sama —Herb Vander Lugt
TAK ADA HARGA SEMAHAL KETIKA KITA MENGASIHI
KECUALI JIKA KITA TIDAK MENGASIHI
|