Bacaan : Lukas 12:16-21
Ada sebuah legenda kuno tentang tiga pria berkuda yang sedang
melintasi padang gurun pada suatu malam. Ketika mendekati sebuah
dasar sungai yang kering, mereka mendengar sebuah suara yang
memerintahkan mereka untuk turun, mengambil beberapa kerikil,
memasukkannya ke dalam saku mereka, dan tidak melihatnya hingga
keesokan paginya. Mereka dijanjikan bahwa jika mereka mematuhi
perintah itu, mereka akan senang, tetapi juga sedih. Setelah mereka
melakukan seperti yang diperintahkan, ketiga pria itu menunggangi
kuda mereka dan melanjutkan perjalanan.
Ketika fajar mulai merekah, ketiga pria itu merogoh saku mereka
untuk mengeluarkan kerikil-kerikil itu. Mereka terkejut sekali
karena mendapati kerikil-kerikil itu telah berubah menjadi intan,
batu delima, dan batu permata berharga lainnya. Kemudian mereka
menyadari arti dari janji yang mengatakan bahwa mereka akan menjadi
senang, tetapi juga sedih. Mereka gembira karena telah mengambil
kerikil sebanyak yang mereka ambil, tetapi juga menyesal -- sangat
menyesal -- karena tidak mengumpulkan lebih banyak lagi.
Saya bertanya-tanya apakah kita juga akan memiliki perasaan serupa
ketika sampai di surga. Kita akan bahagia atas harta yang kita
simpan di surga selagi di bumi, dan bersukacita atas penghargaan
yang akan Kristus berikan kepada kita. Tetapi kita pun akan menyesal
karena tidak berbuat lebih banyak untuk melayani-Nya.
Mari pergunakan kesempatan kita dengan baik sehingga kita akan lebih
senang daripada sedih —Richard De Haan
MAHKOTA YANG KITA PAKAI DI SURGA
HARUS DIMENANGKAN DI BUMI
|